Selasa, April 06, 2010

Sadar Sendiri Lah...

Simpel tapi mencengangkan. (bagi saya setidaknya karena ini terjadi di kawasan berpendidikan dengan fasilitas bagus yang sudah seharusnya orang-orang yang berada di dalamnya setidaknya mengerti dan menerapkan sedikit moral dan etika!)

Kantin SBM ramai sampai2 antrean ke kasir sangat panjang.
Sudah mengantre agak lama, saya bosan, lalu menengok ke belakang sedikit.
Ada gerakan mencurigakan dari seorang anak laki-laki yang saya sadari adalah anak angkatan di bawah saya.
Saat yang lain mengantre dengan rapi, dia bergerak maju memanfaatkan celah-celah yang ada.
"Oh, mungkin dia mau makan dulu baru bayar belakangan," pikir saya.
Saya kembali menatap ke depan.
Akhirnya, tibalah saya persis di depan meja kasir.

Tiba-tiba...
ada sebuah tangan yang menjulurkan bon dan uang persis di sebelah saya sebelum saya sempat melakukan hal yang sama.
Sang kasir mengambilnya...

"Kok nyerobot sih?" tanya saya dengan ketus tentunya dengan wajah yang tidak kalah ketus seperti yang sudah saudara-saudara tahu.
Dia tidak bisa menjawab, hanya ah eh tidak jelas.
"Gimana sih, ngantri dong! Liat tuh antreannya panjang."
"Oh ya udah Bu (kasir maksudnya!), dia duluan aja." katanya.
Cih! aja? dia duluan AJA? Emang harusnya gw duluan lah! Gila otaknya ke mana banget tuh orang. (Komentar emosi sesaat)

Apa muka saya yang kelihatan seperti orang yang bakal pasrah diem aja kalo diserobot atau emang dia orang yang walaupun kuliah tapi pengetahuannya tentang etika ga ada?
Oh, atau emang hatinya udah korup banget kali ya.
Malu-maluin!

"Maaf ya, Kak (nah, ini baru saya)."
"Ya," kata saya dengan sangat pelan sekali.
Hmph, maaf ga penting.
Yang penting sadar deh perbuatan kaya gitu itu ga pantesnya luar biasa.
Apalagi buat seorang mahasiswa.
Pikir sendiri deh kenapa.
Tidak perlu saya jelaskan panjang lebar seperti aktivis-aktivis.

Simpel kok.
Tapi penting! (selain mencengangkan bagi saya)

Do You Know Where You're Going to?

This is like the most suitable song with my life.
Yes, how sad the answers to those questions can be.

(M. Masser/G. Goffin)

Do you know where you're going to?
Do you like the things that life is showing you
Where are you going to?
Do you know...?

Do you get
What you're hoping for
When you look behind you
There's no open doors
What are you hoping for?
Do you know...?

Once we were standing still in time
Chasing the fantasies
That filled our minds
You knew how I loved you
But my spirit was free
Laughin' at the questions
That you once asked of me

Do you know where you're going to?
Do you like the things that life is showing you
Where are you going to?
Do you know...?

Now looking back at all we've planned
We let so many dreams
Just slip through our hands
Why must we wait so long
Before we'll see
How sad the answers
To those questions can be

Do you know where you're going to?
Do you like the things that life is showing you
Where are you going to?
Will you know...?

Do you get
What you're hoping for
When you look behind you
There's no open doors
What are you hoping for?
Do you know...?

Sabtu, Desember 19, 2009

Your Feelings, Now Mine

I hope someday you'll understand
that children are what their parents are
No, don't get insulted
You just haven't realized yet
I can't blame you and I'm not supposed to
We're only human

Even my friend said,
"She's nice...,
but the way she talks to you is just 'simple'."
I don't say that there's no love between us
It's just that we're not used to the affection
We don't show it explicitly
Even sometimes we have a doubt in our hearts,
"Don't you love me?"
while we know deep within our hearts
our bond will not be torn

In times you're not calling me
for a month
I cried, asking why
but then I get used to it
and I think
maybe you trust me so much
that you don't worry about me

You keep asking why
they acted this way
Why don't they act like others who hug their brothers
The reality is
this is our family
this is how we act
this is how we feel
this is the culture you somehow created
Even your mother said so

Do you want it to change?
I can see the way you've changed a bit
but changing people is not an easy thing, isn't it?
Take time, deep breath, wise thought
maybe we don't need to change anyway.

Selasa, April 07, 2009

Lunch Conversation Web

I'm surprised to know that four heads could create a complex, long, medium-serious conversation.
I'm even more surprised when I know how the things we discussed relate to each other.
Yes, I mapped it (when I'm supposed to finish the SAS presentation due tomorrow. whatever).
Read it, it's interesting and quite a topic (okay, maybe "topics" is more suitable).

Start from...
PEMILU Legislatif 2009
to...
Political Parties (which one will you choose on this Thursday?)
to...
Political Parties Campaign : Advertisements
to...
Megawati's contradiction in her "non-BLT" speech in a direct campaign with PDIP TVC "support BLT". WHATSOEVER...
to...
GERINDRA TVC with Obama in it. (So proud, huh? Who is he anyway?)
to...
Obama = Jewish = support ISRAEL
to...
USA Parliaments (fulfilled with Israelis)
to...
Types of government system : republic, parliamentary, monarchy (whaat?? was it a "Kewarganegaraan" lecture or something? Guest lecture: Karina Aldilla Soraya)
to...
Kings and Queen : UK, KSA (Kingdom of Saudi Arabia). (Their way of life...is a fantasy, people!)
to...
Saudi Arabians : Mita's friends, Rannia, Irsyad,... (you know anyone else?)
to...
Saudi Arabians culture (you know what?) "perjodohan". (whaaaat???)
to...
sorry..., that's all (fiuhh)

No, that's not all. (okay...)
Haha. There ARE lots of things I've missed but those are quite a picture of the hard core (yeah, hard).

Conclusion
There'll be too many things to talk about
especially when you miss the SHS lecture.

HAHAHA
Cheers!

Sabtu, Maret 21, 2009

Tebak, hari apa ini?

Semalaman begadang sampai jam 3.
Akhirnya tidak bisa(tidak mau lebih tepatnya) memenuhi niatan ikut belajar bersama+mengerjakan tugas storyboard buzcom.
Berkat teman2 kelompok yang baik hati (Fidiana & TiSur) tugas itu terselesaikan.
Bisa ditebak tentu tanpa campur tangan saya!
Huahahaa
Miris...miris sekali

MAAF KAWAN!+TERIMA KASIH SANGAT AMAT BANYAK!

Supaya ada sedikit(sekali) andil, saya ke kosan Tisur untuk melihat hasil kerja dua orang mulia yang telah saya sebutkan.
Tanpa komentar banyak, saya sepakat tugas itu sudah beres.
Enak kan?Tidak ada lagi yang perlu diubah.
Bukan apa2, memang sudah sesuai kok.

TAPI TAPI TAPI

saya ga langsung pulang dari kosannya si Tisur.
Kami malah ngobrol2 (yak, pasti juga sudah bisa ditebak) tentang ke-Korea-an
sambil Tisur bolak-balik ke kamar lain yang ada internetnya untuk mengirim tugas tersebut.

Tiba-tiba terdengar suara membuka pagar&pintu dari bawah.
"Yah, udah dateng",kata Tisur menyela pembicaraan seru kami.

Ya, dia memang sudah bilang temannya akan datang jam 2 sehingga dia harus berada di kosannya dan saya harus ke kosannya jika ingin menemuinya untuk mengecek tugas kelompok kami.(nah lho, terdapat berapa klausa pada kalimat di atas? kirim jawabannya ke 9817 untuk mendapatkan gaji 3 juta, 5 juta, atau 7 juta selama setahun penuh!)

Saya santai saja karena saya pikir paling2 hanya teman yang berkunjung biasa saja.
Wajah seorang wanita sebaya berkacamata menongol di pintu kamar Tisur.
Bukan cuma wajah! Apa yang dibawanya juga terlihat, sebuah kue brownies/bolu (maaf kurang jelas).
Bukan cuma itu! Dengan wajah tersenyum, tiba-tiba dia menyenandungkan,
"Selamaaat ulang tahuun~~..."

WHAT??!!!
Sontak (cieeh bahasa apa ini) saya kaget dan tidak bisa menjadi santai lagi.
Saya kikuk dan merasa tidak enak!
Sembari merasa demikian, saya membiarkan Tisur yang sumringah menyambut temannya tersebut yang ternyata tidak hanya sendiri tetapi juga bersama seorang ibu2 yang Tisur panggil Tante dan seorang lagi yang dia panggil Eyang.

WOWOWOWOWOWW
Padahal sebelumnya Tisur habis dari rumah Mita dan bertemu dengan kawan2 lainnya.
Ada yang tahu ga sih??
Apa cuma saya aja yang ga tahu??

Sebagai pembelaan diri, akhirnya saya hanya berkata,
"Lu ulang tahun?? Iiih gw ga tahu! Lu ga punya facebook sih!"

Nah lho. Facebook lah si kambing hitam nya.
HUAHAHAHAHA

Catatan :
Tentu setelah pembelaan diri itu saya langsung memberinya selamat
dan segera beranjak pergi, MASIH MERASA ADA SESUATU YANG SALAH.

SELESAI

Regret vs Gratitude

If regret wins, pessimism will take over your thought.
If gratitude wins, ambitions will control your mind.

I wish to have no regret in my life.
Even I made my own quote,
"Have no regret" and commit to it.
But regrets come so often when I come to think about it.
Regrets for not being serious.
Regrets for not being ambitious.
Regrets for not being consistent.
Regrets for not being persistent.
So many chances I've missed,so many regrets I've got.
Here and now, what else can be done?
No, sorry, once again, that's a regretful statement.
The question should be
What more should I do?

And the only reason not to have any regrets is
that all we've got in life is His gift.
Thank Him.

Burn After Reading

Burn After Reading
A film by Joel and Ethan Coen

"A comedic masterpiece,"-Larry King
"Incredibly entertaining,"-Sara Vikomerson, The New York

What??
It's totally NOT an entertainment.
Apalagi komedi!!!
Miris saya nontonnya..
It's an irony!

Strange Expressions

Menemukan keanehan dalam ucapan di bawah ini?

"Hp batere gw abis!", kata Nana memberitahu temannya.
"Makan ih, laper yuk!", kata Depp mengulang guyonan masa SMA-nya.

Kalo enggak,sepertinya Anda distracted.

Minggu, Maret 08, 2009

PONARI

PONARI
Potret Ke-Norak-an Rakyat Indonesia

Ini apa saya doang yang kalo nonton beritanya berasa kaya ngimpi ya?
Berasa ga sih?
Kaya di film-fil gitu lowch.
Yang ada berita kejadian ada monster lah, UFO menyerang lah, superhero lah.
Menurut saya itu sama.
Apa dunia ini memang telah berubah menuju dunia khayal?
Ataukah semua orang tertipu dengan sugesti masing-masing?

Rabu, Maret 04, 2009

Go Back to Sleep, Find Another Dream

Pengen nangis rasanya...
saking siriknya
saking irinya
saking pengennya
ngerasain kuliah di negeri orang
dapet beasiswa

I was looking over my SMP friend's facebook photos.
She's studying in Japan now.
I think about my SMA friend.
She's in a preparation to go to Japan.
Will I get that chance?

Dulu beres SMA, saya pengeen banget nyari beasiswa ke Korea.
EHEM.Maklum lagi demen2nya sama "kebudayaan" Korea (a.k.a. artis2nya)
Tapi apa?
Ga ketemu!
Udah pake segala jenis Search Engine dengan segala jenis phrase yang terpikirkan.

The shittest thing is
baru-baru ini saya baru tahu caranya apply beasiswa undergraduate.
Cuma harus dikirim ke Embassynya aja.
Programnya 1thn pelatihan bahasa dan 4th kuliah.
Total 5 tahun.

Sekarang saya udah kuliah di SBM.
Kuliahnya sebentar sih 3 tahun.
Tapi bayarnya mahal.
Ga mungkin ditinggal.

Ga mungkin saya mengejar impian itu lagi.
Find another one?

Senin, Maret 02, 2009

L-O-V-E

Semalam aku mimpi
mimpi buruk sekali..

HEITS
bukan ah saya bukan mau nyanyi dangdut.
Bener sih semalam mimpi, but it was THE SWEETEST DREAM ever (selain mimpi dipeluk Joel Madden zaman baheula,baru kali ini lagi dapet mimpi nyenengin kaya gini).
It was simple.
Just a boy acting nice to me.
Give some attention and show that he cares.
prikipiiiiiw...

Padahal baru sebelumnya saat di perjalanan bersama Nana dan Nadya,terjadi percakapan tiba-tiba tentang cinta...(karena film Slumdog Millionaire yang baru saja kami saksikan)
Nadya : "Ya ampuun, gw udah ga pernah punya gebetan lagi! Lu kapan terakhir punya gebetan, Na?"
Nana : "Ya, gw sih paling ya yang waktu SMA itu"
Nadya : "Kalo lu, Da?"
Alida : "Gw udah ga pernah mikirin cinta."
siiing....krik...krik...krik...DHUARR!!!
Tawa Nadya pun menggelegar dan merangsang sinyal tawa yang sama pada saya dan Nana.
Nana : "HUAHAHAHA,kok jadi kaya sinetron!"
Alida : "Ya abis gimana?My life has been fun already gitu!Hahahaa".
Bener deh, selama ini emang udah ga pernah kepikiran lagi.Sepanjang hari sibuk sama tugas kuliah.Kalaupun enggak pasti menyibukkan diri bersama kawan-kawan.

Tapi entah kenapa mimpi itu datang mengusik saya.Is it just a basic instinct of a human?
Yes,of course I guess.
I wish to get it.
But to get something, you have to give something.
Should I give it first, or wait till someone give it to me and then return it?
It's a love cycle, baby.
Not understandable.

"Love is just a word until someone you meet gives it a proper meaning,"-Anonymous

Maybe that's why I haven't understood what love is and how much it is needed in a life.

"Love doesn't make the world go round. Love is what makes the ride worthwhile,"-Franklin P. Jones.

So, my life hasn't been wotrhwhile?
Yet...

Kamis, Januari 15, 2009

ISRAEL & HAMAS FUCK!!!

FUCK
anjing
saling tuding menuding
lempar tanggung jawab
ga mau berenti duluan sebelum yang lain berenti duluan
agresi, lu kira ini jaman purba?
jihad, emangnya bayi bisa jihad??
GOD!

Senin, Januari 12, 2009

Visit Palembang 2009 part2

JELAS DONG, udah susah2(ga juga) ke Palembang ga mungkin ga jalan2, ya ga? Beberapa TEMPAT WISATA yang kami kunjungi:

- Pulau Kemaro dengan berbagai unsur ke-Cina-annya


Loh kok kesannya angker gini nih foto. Pagoda(?) itu termasuk baru, baru 2,5 tahun kata ibu2 tua yang tinggal di ditu. belum diresmikan dan masih dikunci. Katanya biasanya sih pulau itu rame, ya piknik, ya sembahyang. Tapi karena waktu itu hari Jumat pagi, jadilah kosong melompong dari para pengunjung. Nyebrang dan keliling pulai naik perahu.


- Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya
Saya penasaran banget tempat apa ini. Dari awal saya baca di peta wisata, saya sudah sangat tertarik, apalagi judul bahasa Inggrisnya ‘Sriwijaya Archaelogical Sites’. Saya pikir bakal melihat situs2 penggalian.TERNYATA oh ternyata ini hanya sebuah taman yang sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat luas dengan satu bangunan utama (semacam pendopo) di tengah yang di tengah2nya terdapat seonggok batu prasasti yang dikurung kotak kaca kotor . Untuk apa tempat ini? Seakan2 menjawab pertanyaan saya, datang segerombolan anak muda dengan membawa skateboard. Dan, berlatihlah mereka di bangunan itu.


- Bukit Siguntang
Pemakaman. Ya, bayangkan sebuah bukit yang sedikit dimodifikasi dengan jalur2 pejalan kaki serta kendaraan, beberapa bangku, lampu, serta bangunan2 sederhana beratap yang digunakan untuk makam. Istimewanya? Inilah kumpulan makam para raja, putri, serta panglima kerajaan. Udara dekat makam semerbak dengan wangi2an bunga yang entah diletakkan oleh siapa.



-Benteng Kuto Besak
Yang satu ini paling membuat saya penasaran, tapi tidak terlalu memuaskan. Saya hanya bisa memandang tembok panjaaang yang sudah agak berlumut dengan tulisan “BENTENG KUTO BESAK”. Dalamnya sepertinya digunakan untuk kantor ke-militer-an. Andai saja ada seseorang yang bisa memperkenalkan & menjelaskan arti dan histori bangunan ini, tembok lapuk itu akan lebih berkesan bagi saya.



-Museum

Dengan bodohnya saya tidak mengetahui nama museum yang saya kunjungi. Kurang terawat, layaknya museum2 di mana2. Bangunan yang luas dan megah rupanya tidak bisa diimbangi dengan perawatan yang memadai. Terdapat banyak artefak, arca, prasasti, dan berbagai benda2 bersejarah lainya(maupun tiruannya). Ironisnya, ada satu ruangan yang sangat tertata, terawat, dan terfasilitasi dengan baik: ruangan tentang Melaka, Malaysia. Sepertinya dua pihak telah bekerjasama dalam hal ruang untuk bertukar pengetahuan tentang negeri masing-masing.




-Mesjid Agung
Selayaknya berbagai mesjid agung laiinya, terdapat di tengah kota yang padat, dipenuhi kaum lelaki saat sholat Jumat, megah dan luas. Sayang, karena saya sedang ‘berhalangan’ saya tidak masuk ke dalamnya.



- Jembatan Ampera



Inilah trade mark kota ini. Sungai Musi yang membelah kota ini menjadi daerah Ulu dan Ilir sangat lebar, namun bisa diseberangi dengan mudah. Dulunya, jembatan ini bisa diangkat agar kapal besar bisa tetap melaju di atas sungai di bawahnya. Sekrang, hal itu tidak mungkin lagi karena mobilitas penduduk sangat tinggi. Selama saya berada di sekitar jembatan ini, tidak pernah mobil tidak berbaris di atasnya.









Saya pun tidak menyia2kan kesempatan memandang(dan berfoto) pemandangan malam hari yang disuguhkan lampu jembatan ini. Spot yang bagus bisa ditemukan di restoran Riverside yang terletak tepat di samping Sungai Musi. Makan malam bisa Anda jalani dengan di-latar-belakang-i pemandangan tersebut.

Minggu, Januari 11, 2009

Visit Palembang 2009 part1





Bukan, saya sekeluarga bukan orang pemerintah yang ikut meramaikan program Visit Indonesia 2008 bla bla bla. Lagian program resminya harusnya udah rampung lha wong judulnya 2008. Buta. Saya buta akan wacana pariwisata di negeri sendiri, termasuk kota Palembang. Dengan lugu(bodoh)nya saya bertanya pada adik saya(yang suka sok pintar tp 'rada' lebih pintar dari saya), "Jal, Palembang tuh di mana sih?". Oke, sepertinya geografi saya yang jelek.


"Ke Palembang aja, mama mau beli pempek sekoper," usul(sekaligus keputusan) saat kami sekeluarga mendiskusikan liburan ini akan dipakai untuk apa.

Jujur, saya sama sekali tidak tertarik pada daya tarik kota Palembang yang memang tidak saya ketahui. Tertarik atau tidak, inilah wisata keluarga saya tahun ini(akan adakah wisata lain lagi tahun ini?semoga).


Inilah kisah per-wisata-an kami.


8-10 Januari 2009

Palembang, Sumatera Selatan
Yah, lumayan kan pengetahuan saya(sedikit) bertambah. Setidaknya sekarang saya "ngeh" Palembang itu di Pulau Sumatera. Plizz...Semoga dapat menambah pengetahuan Anda supaya tidak jadi seperti saya kelak..hhaha



AWALAN


Pemberangkatan dari Soekarno-Hatta lebih cepat dari jadwal! Waah..Keajaiban..bukan?


Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II















Dari bandara, kami langsung menuju Horison Palembang yang untungnya menyediakan Free Airport Pick Up. Sayang, sang supir tidak terlalu ramah dan pendiam. Sebagai satu2nya orang yang menyambut kami yang asing ini, harusnya dia-lah yang memberi perkenalan terhadap kotanya ini. Ya sudaah..liat2 saja sendiri(dari jendela mobil), sepertinya itulah yang tersirat dari sikapnya.Ok.Thx.


Apa yang pertama dilakukan sekeluarga yang sama sekali buta arah tapi ingin menuju tempat makan khas Palembang? Bertanya kepada tukang becak. Ok, bertanya saja tidak apa2, tapi kalau sampai pergi ke tempat yang jauh dengan melewati jalan raya di mana tidak ada becak melintas karena logikanya pasti sangat berat(arti harfiah) bagi seorang tukang becak untuk menggoes di jalanan yang naik turun seperti gunung dan pada akhirnya harus membayar Rp50ribu untuk satu becak(kami menggunakan 3 becak, God..), ITU SANGAT TIDAK MASUK LOGIKA SAYA.


Awalnya, si mama asal saja menentukan RM Pindang Mranjat Ibu Ucha di Jln. Demang Lebar Daun yang tercantum pada peta wisata dan bertanya kepada tukang becak yang sepertinya salah mengerti(apa karena beda logat dan bahasa?). Kami malah diantarkan ke RM Pindang Musi Rawas yang memang tidak terlalu jauh dari hotel(dan juga tercantum di peta wisata, berarti cukup terkenal juga, kan?). Si Mama ngotot ingin ke tujuan awal YANG TERNYATA SI TUKANG2 BECAK juga pada ga tahu di mana. Susur...susur saja terus jalanan yang sudah saya deskripsikan sebelumnya. Ditemani dumelan saya sepanjang jalan.


WISATA KULINER

Itulah sebagian besar yang saya sekeluarga(yang isinya para pemakan rakus kecuali mama) lakukan di Palembang. Rangkumannya:


- Pindang: Patin, Tulang, Udang. Tulang? Ternyata adalah semacam iga/buntut sapi. Pindang yang saya rasakan di Ibu Ucha rasanya seperti TomYam dan berkuah merah, sedangkan di Mahkota Indah(katanya RM khas Palembang pertama) agak lebih hambar dan berkuah kuning. Udang2 yang disajikan di Palembang juga kelas kakap semua alias besaaar.


- Tempoyak: seperti pepes ikan dengan bumbu durian. Ok karena saya tidak suka buah termasuk durian yang "khas", saya tidak mencoba.


- Ikan Malas/Betutu: Ini sih beli di restoran hotel.Tekstur dan rasanya seperti daging kepiting. Tapi ikan.


- Pempek: EK Dempo dan Nony.







Kalau ingin mencoba pempek asli dari ikan belida tanpa campuran(ikan lain)sehingga tidak terlalu amis, dan pempek isi telur bebek, belilah di EK Dempo meskipun tentu lebih mahal. Pempek buatan Nony lebih murah namun lebih amis. Tergantung selera sih. Enaak(sampai sekarang masih ketagihan).

- Mie Celor: Di Mie Celor 26. Unik, seperti spagheti dengan kuah kental yang agak manis dan potongan telur. Mungkin ada campuran susu? Ada juga serpihan2 daging udang dan sayur-sayuran. Ya, serpihan alias kecil2 sekali. Itu juga kalau ga salah lihat.


- Martabak HAR: Saya membelinya sama si mama di Toko Kopi HAR Jln Jend. Sudirman dekat Masjid Agung. Martabak telur. Benar2 terdiri dari 2 lapisan: atasnya lapisan telur yang tebal, bawah lapisan tepung. Disirami kuah kari yang rasanya seperti kuah sate padang dengan hancuran kentang. Nikmat, walaupun saya tidak lapar, saya sanggup menghabiskannya.


- Lempok Durian: Semacam dodol durian lah, manis, kenyal, coklat(warnanya).
- Es kacang merah: Favorit saya! Seperti es campur, tentu rasanya manis dengan campuran susu. Isinya cendol, tape, cincau, dll layaknya es campur, tapii tapi tapi ya jelas ada KACANG MERAH nya yang surprisingly melengkapi rasa dengan kegurihannya. Wuiih. Cuma, kami minta diantarkan ke ES MAMAT eh malah sampainya di ES MEMET. Ini apa peta wisatanya yang salah cetak apa gimana. Ya sudah, enak kok.
- Apa lagi ya: Jelas ga ada makanan yang namanya apa lagi. Apa lagi pakai "ya".

2009

Saya lupa ada blog ini.
Pake lagi ahh...

Awal bikin ini pas liburan.
Lanjutin lagi pas liburan juga.
Eits, tapi kali ini liburan kuliahan, bukan sma-an lagi.
Ada perubahan?
Let's see..

Sabtu, Januari 12, 2008

The End

Yaiks.

I hate this part.

Ada permulaan pasti ada akhir. Selalu saja liburan berlalu tanpa terasa. Tidak pernah saya puas dengan liburan. Yah, tapi kalau tidak ada hari sekolah tentu tidak ada hari liburan. Jadi minggu depan saya sudah harus menjalani kegiatan di sekolah lagi. Menyenangkan tidak ya? Kalau yang saya bayangkan sekarang sih membosankan dan memumetkan.

Setidaknya liburan kali ini ada beberapa hal yang telah saya lakukan :

1. membaca novel Harry Potter ke-7, Hahaha, sudah lama sekali saya anggurkan
2. membeli buku-buku baru
3. mengikuti les mengemudi, meskipun hasilnya bukan bisa mengemudi
4. ber-internet ria, pembalasan dendam, kalau di Bandung sih harus ke warnet
5. bertemu teman-teman SMP, huhuu, senang sekali
6. menonton TV, sekali lagi, di Bandung saya tidak menonton TV
7. makan enak dan tidak pernah merasa lapar, benar-benar selama di sini saya tidak pernah lapar
8. main PS2, walaupun tidak berlangsung lama, saya cepat bosan
9. membeli sandal baru, hahaha
10. bertemu lagi dengan keluarga besar dan berekreasi

Entah apa yang terlewat, tapi sepertinya tidak banyak.Mungkin banyak hal di atas yang tidak berarti. Namun, yang terpenting dari liburan ini adalah bisa menghabiskan waktu bersama keluarga (dan bermalas-malasan tentunya).

Jumat, Januari 11, 2008

OW YEAH Real Good Movies Coming...Soon?

"Fantasy is hot, and studios are backing up the truck. Even as New Line and Warner Bros. (which, like TIME, are owned by AOL Time Warner) churn out Potter and Rings sequels, New Line is already developing a follow-up franchise based on Philip Pullman's critically acclaimed fantasy trilogy His Dark Materials, about the journey of an adolescent girl and boy through alternative worlds inhabited by witches, angels and armored polar bears. Late next year the Sci-Fi Channel plans to air a lavish production of two of Ursula K. LeGuin's Earthsea novels, A Wizard of Earthsea and The Tombs of Atuan. The movie of C.S. Lewis' beloved Chronicles of Narnia is in development with Andrew Adamson, who co-directed the animated hit Shrek, a more comic medieval fantasy. Miramax will shortly begin work on a movie version of the best-selling Artemis Fowl books, a hot contender for the post­Harry Potter sweepstakes, and the company paid seven figures for book and film rights to the Bartimaeus trilogy, a series of novels about a jinni and a young magician by British writer Jonathan Stroud. Not to be outdone, Disney reportedly paid nearly $8 million for the film, theme-park and multimedia rights to Clive Barker's fantasy novel Abarat. "
OH MY GOD! Sebelumnya saya benar-benar bermimpi agar Bartimaeus Trilogy dan Abarat agar difilmkan.
YEEEY! Semoga saja mereka segera membuatnya sebelum saya sudah terlalu tua untuk menontonnya (meskipun saya tidak akan pernah merasa terlalu tua , yah , itu hanya akan menjadi anggapan orang saya rasa)

Sabtu, Januari 05, 2008

Reuni

Saya senang sekali. Kemarin baru saja saya bertemu lagi dengan teman-teman SMP saya tercinta. Meskipun saya kangen, namun entah mengapa saat berkumpul kembali rasanya bukan seperti bertemu dengan orang yang sudah lama tidak bertemu. Rasanya seperti bertemu dengan teman yang bersama setiap hari. Saya sama sekali tidak merasa mereka teman lama saya. Rasanya tetap seperti dulu. Meskipun saya merasa begitu,tidak ada yang bisa memastikan bahwa mereka juga begitu.

Seperti biasa, tempat pertemuan kami ya di Metropolitan Mal itu. Sebenarnya kami sudah bosan, tapi tempat yang mudah dicapai hanya di situ saja. Akhirnya saya, Destin, Sari, dan Fia muncul. Sayang Amel dan Anri tidak bisa ikut. Kami langsung menghabiskan waktu di Fun World. Main drum-druman, tembak-tembakan, sepeda-sepedaan, kuda-kudaan, mobil-mobilan, yah seperti yang orang lakukan kalau sedang berada di sana lah. Saya mencoba permainan supir bus. Wahahaha sulit sekali dan selalu nilainya minus walaupun entah kenapa karena permainan itu memakai bahasa Jepang.

Tidak terasa sudah pukul 11.30. Sebenarnya saya yang merasa cepat karena saya diburu waktu. Pukul 13.00 saya harus les mengemudi. Otomatis sebelum jam segitu saya sudah harus meninggalkan teman-teman saya. Cepat-cepat saja saya mengusulkan untuk makan siang di Ichiban Sushi. Barulah saat kami mau memesan, si Ica datang. Ternyata dia disuruh jaga rumah dulu.

Kami pun mengobrol (selain makan tentunya, dan sayangnya saya melewatkan beberapa obrolan karena harus ke toilet -mulas-). Sangat menyenangkan namun sangat singkat. Ya, saya pun pergi les. Kami berencana untuk bertemu lagi minggu depan (ini karena tidak ada satu orang pun di antara kami yang merasa puas). Sayang, Fia sudah harus kembali ke sekolahnya, Taruna Nusantara.

Sudah buru-buru juga tetap saja saya terlambat. Keadaan sudah berubah semenjak terakhir kali saya naik angkot dari sana. Saya menunggu angkot di tempat yang salah. Jelas saja tidak ada satu pun yang muncul. Setelah menunggu lama saya meng-sms Ica dan ternyata harusnya saya menyebrang dan naik angkot dari sana. Tidak yakin, say bertanya pada mbak penjaga kios pulsa. Ternyata benar akhirnya saya naik juga. Di angkot tambah lagi saya dimarahi Mama karena tidak bertanya tentang hal ini padanya (Mama menelepon saya karena dia ditelepon orang dari les mengemudi yang bilang kalau saya belum ada di sana). Padahal saya tidak punya pulsa!

Selasa, Januari 01, 2008

Les Mengemudi

Saya telah memulainya Jumat lalu. Hari itu saya belajar 2 jam mengemudi. Sulit. Ya, ini pertama kalinya saya duduk di kursi supir. Pertama kalinya saya memegang setir.

Belajar mengemudi menjadi salah satu pilihan saya untuk memanfaatkan waktu liburan ini. Mengingat umur saya sudah cukup untuk menjadi pengemudi (alias mendapatkan SIM, tapi tidak mobilnya). Entah kapan saya akan menggunakan kemampuan mengemudi, yang penting saya belajar dulu. Kata mama saya begitu.

Walaupun sulit, ini menyenangkan. Seperti bermain game. Awalnya kita memang harus beradaptasi dulu dengan kontrol-kontrolnya, lalu masalah-masalah lain yang lebih menantang muncul.

Wah, sok sekali saya, padahal saya belum bisa, kok.

New Year Has Come

"Ck, berisik sekali," itulah yang pertama terpikirkan oleh saya saat mendengar berbagai macam suara kembang api dan petasan.

Tetap saja saya keluar rumah untuk melongok letusan-letusan di langit. Sebenarnya seluruh anggota keluarga saya keluar dan kami menyaksikannya bersama-sama. Warna-warni dalam berbagai bentuk. Kami cukup senang menikmatinya tanpa harus bersusah payah menyalakannya.

Tahun baru. Yey. Namun saya tidak merasa ada yang istimewa jadi sebenarnya kata 'yey' itu tidak ada dalam benak saya.

Walaupun begitu, saya senang bisa berkumpul bersama saudara-saudara saya menjelang tahun baru. Mereka datang dan menginap lalu kami berwisata ke kota Bogor yang mendung. Malamnya kami menonton Batman Begins sambil lahap menyantap sate yang susah payah dibakar oleh mama. Terus terang, belakangan ini jarang sekali saya bisa menghabiskan waktu bersama keluarga besar. Saya senang.

Biasa saja sih, tapi cukup berkesan. Sebelum mereka pergi, menjelang pukul11.30 malam petasan dan kembang api mulai diluncurkan (dengan agak terpaksa karena adik saya yang paling kecil tidak bisa menerima kepergian mereka dan petasan itu dinyalakan untuk menghiburnya padahal langit masih menurunkan air). Dengan cepat petasan dihabiskan dan dengan cepat mereka pergi. Tak lama kemudian barulah saya bersama keluarga inti keluar lagi dari rumah itu dan melihat maraknya langit (kasihan bintang, sama sekali tidak terlihat).

Itulah pergantian tahun bagi saya tahun ini. Tidak istimewa, namun jelas lebih istimewa dari tahun lalu (saya masih ingat saya sibuk ber-internet ria di kamar ketika saya mendengar letusan-letusan kembang api tahun lalu -satu rumah tertidur lelap-). Namun dalam arti sesungguhnya sepertinya tahun lalu lebih bermakana karena dulu saya dengan semangat memikirkan resolusi-resolusi tahun baru.

Sekarang tidak. Saya malas. Saya dikecewakan (mengecewakan) diri saya sendiri (mengingat resolusi tahun lalu tidak berjalan dengan baik).

Apapun itu bagi saya, bagi Anda, "Selamat tahun baru 2008! Jalanilah tahun ini dengan apa yang menurut Anda lebih baik."