Sabtu, Januari 12, 2008

The End

Yaiks.

I hate this part.

Ada permulaan pasti ada akhir. Selalu saja liburan berlalu tanpa terasa. Tidak pernah saya puas dengan liburan. Yah, tapi kalau tidak ada hari sekolah tentu tidak ada hari liburan. Jadi minggu depan saya sudah harus menjalani kegiatan di sekolah lagi. Menyenangkan tidak ya? Kalau yang saya bayangkan sekarang sih membosankan dan memumetkan.

Setidaknya liburan kali ini ada beberapa hal yang telah saya lakukan :

1. membaca novel Harry Potter ke-7, Hahaha, sudah lama sekali saya anggurkan
2. membeli buku-buku baru
3. mengikuti les mengemudi, meskipun hasilnya bukan bisa mengemudi
4. ber-internet ria, pembalasan dendam, kalau di Bandung sih harus ke warnet
5. bertemu teman-teman SMP, huhuu, senang sekali
6. menonton TV, sekali lagi, di Bandung saya tidak menonton TV
7. makan enak dan tidak pernah merasa lapar, benar-benar selama di sini saya tidak pernah lapar
8. main PS2, walaupun tidak berlangsung lama, saya cepat bosan
9. membeli sandal baru, hahaha
10. bertemu lagi dengan keluarga besar dan berekreasi

Entah apa yang terlewat, tapi sepertinya tidak banyak.Mungkin banyak hal di atas yang tidak berarti. Namun, yang terpenting dari liburan ini adalah bisa menghabiskan waktu bersama keluarga (dan bermalas-malasan tentunya).

Jumat, Januari 11, 2008

OW YEAH Real Good Movies Coming...Soon?

"Fantasy is hot, and studios are backing up the truck. Even as New Line and Warner Bros. (which, like TIME, are owned by AOL Time Warner) churn out Potter and Rings sequels, New Line is already developing a follow-up franchise based on Philip Pullman's critically acclaimed fantasy trilogy His Dark Materials, about the journey of an adolescent girl and boy through alternative worlds inhabited by witches, angels and armored polar bears. Late next year the Sci-Fi Channel plans to air a lavish production of two of Ursula K. LeGuin's Earthsea novels, A Wizard of Earthsea and The Tombs of Atuan. The movie of C.S. Lewis' beloved Chronicles of Narnia is in development with Andrew Adamson, who co-directed the animated hit Shrek, a more comic medieval fantasy. Miramax will shortly begin work on a movie version of the best-selling Artemis Fowl books, a hot contender for the post­Harry Potter sweepstakes, and the company paid seven figures for book and film rights to the Bartimaeus trilogy, a series of novels about a jinni and a young magician by British writer Jonathan Stroud. Not to be outdone, Disney reportedly paid nearly $8 million for the film, theme-park and multimedia rights to Clive Barker's fantasy novel Abarat. "
OH MY GOD! Sebelumnya saya benar-benar bermimpi agar Bartimaeus Trilogy dan Abarat agar difilmkan.
YEEEY! Semoga saja mereka segera membuatnya sebelum saya sudah terlalu tua untuk menontonnya (meskipun saya tidak akan pernah merasa terlalu tua , yah , itu hanya akan menjadi anggapan orang saya rasa)

Sabtu, Januari 05, 2008

Reuni

Saya senang sekali. Kemarin baru saja saya bertemu lagi dengan teman-teman SMP saya tercinta. Meskipun saya kangen, namun entah mengapa saat berkumpul kembali rasanya bukan seperti bertemu dengan orang yang sudah lama tidak bertemu. Rasanya seperti bertemu dengan teman yang bersama setiap hari. Saya sama sekali tidak merasa mereka teman lama saya. Rasanya tetap seperti dulu. Meskipun saya merasa begitu,tidak ada yang bisa memastikan bahwa mereka juga begitu.

Seperti biasa, tempat pertemuan kami ya di Metropolitan Mal itu. Sebenarnya kami sudah bosan, tapi tempat yang mudah dicapai hanya di situ saja. Akhirnya saya, Destin, Sari, dan Fia muncul. Sayang Amel dan Anri tidak bisa ikut. Kami langsung menghabiskan waktu di Fun World. Main drum-druman, tembak-tembakan, sepeda-sepedaan, kuda-kudaan, mobil-mobilan, yah seperti yang orang lakukan kalau sedang berada di sana lah. Saya mencoba permainan supir bus. Wahahaha sulit sekali dan selalu nilainya minus walaupun entah kenapa karena permainan itu memakai bahasa Jepang.

Tidak terasa sudah pukul 11.30. Sebenarnya saya yang merasa cepat karena saya diburu waktu. Pukul 13.00 saya harus les mengemudi. Otomatis sebelum jam segitu saya sudah harus meninggalkan teman-teman saya. Cepat-cepat saja saya mengusulkan untuk makan siang di Ichiban Sushi. Barulah saat kami mau memesan, si Ica datang. Ternyata dia disuruh jaga rumah dulu.

Kami pun mengobrol (selain makan tentunya, dan sayangnya saya melewatkan beberapa obrolan karena harus ke toilet -mulas-). Sangat menyenangkan namun sangat singkat. Ya, saya pun pergi les. Kami berencana untuk bertemu lagi minggu depan (ini karena tidak ada satu orang pun di antara kami yang merasa puas). Sayang, Fia sudah harus kembali ke sekolahnya, Taruna Nusantara.

Sudah buru-buru juga tetap saja saya terlambat. Keadaan sudah berubah semenjak terakhir kali saya naik angkot dari sana. Saya menunggu angkot di tempat yang salah. Jelas saja tidak ada satu pun yang muncul. Setelah menunggu lama saya meng-sms Ica dan ternyata harusnya saya menyebrang dan naik angkot dari sana. Tidak yakin, say bertanya pada mbak penjaga kios pulsa. Ternyata benar akhirnya saya naik juga. Di angkot tambah lagi saya dimarahi Mama karena tidak bertanya tentang hal ini padanya (Mama menelepon saya karena dia ditelepon orang dari les mengemudi yang bilang kalau saya belum ada di sana). Padahal saya tidak punya pulsa!

Selasa, Januari 01, 2008

Les Mengemudi

Saya telah memulainya Jumat lalu. Hari itu saya belajar 2 jam mengemudi. Sulit. Ya, ini pertama kalinya saya duduk di kursi supir. Pertama kalinya saya memegang setir.

Belajar mengemudi menjadi salah satu pilihan saya untuk memanfaatkan waktu liburan ini. Mengingat umur saya sudah cukup untuk menjadi pengemudi (alias mendapatkan SIM, tapi tidak mobilnya). Entah kapan saya akan menggunakan kemampuan mengemudi, yang penting saya belajar dulu. Kata mama saya begitu.

Walaupun sulit, ini menyenangkan. Seperti bermain game. Awalnya kita memang harus beradaptasi dulu dengan kontrol-kontrolnya, lalu masalah-masalah lain yang lebih menantang muncul.

Wah, sok sekali saya, padahal saya belum bisa, kok.

New Year Has Come

"Ck, berisik sekali," itulah yang pertama terpikirkan oleh saya saat mendengar berbagai macam suara kembang api dan petasan.

Tetap saja saya keluar rumah untuk melongok letusan-letusan di langit. Sebenarnya seluruh anggota keluarga saya keluar dan kami menyaksikannya bersama-sama. Warna-warni dalam berbagai bentuk. Kami cukup senang menikmatinya tanpa harus bersusah payah menyalakannya.

Tahun baru. Yey. Namun saya tidak merasa ada yang istimewa jadi sebenarnya kata 'yey' itu tidak ada dalam benak saya.

Walaupun begitu, saya senang bisa berkumpul bersama saudara-saudara saya menjelang tahun baru. Mereka datang dan menginap lalu kami berwisata ke kota Bogor yang mendung. Malamnya kami menonton Batman Begins sambil lahap menyantap sate yang susah payah dibakar oleh mama. Terus terang, belakangan ini jarang sekali saya bisa menghabiskan waktu bersama keluarga besar. Saya senang.

Biasa saja sih, tapi cukup berkesan. Sebelum mereka pergi, menjelang pukul11.30 malam petasan dan kembang api mulai diluncurkan (dengan agak terpaksa karena adik saya yang paling kecil tidak bisa menerima kepergian mereka dan petasan itu dinyalakan untuk menghiburnya padahal langit masih menurunkan air). Dengan cepat petasan dihabiskan dan dengan cepat mereka pergi. Tak lama kemudian barulah saya bersama keluarga inti keluar lagi dari rumah itu dan melihat maraknya langit (kasihan bintang, sama sekali tidak terlihat).

Itulah pergantian tahun bagi saya tahun ini. Tidak istimewa, namun jelas lebih istimewa dari tahun lalu (saya masih ingat saya sibuk ber-internet ria di kamar ketika saya mendengar letusan-letusan kembang api tahun lalu -satu rumah tertidur lelap-). Namun dalam arti sesungguhnya sepertinya tahun lalu lebih bermakana karena dulu saya dengan semangat memikirkan resolusi-resolusi tahun baru.

Sekarang tidak. Saya malas. Saya dikecewakan (mengecewakan) diri saya sendiri (mengingat resolusi tahun lalu tidak berjalan dengan baik).

Apapun itu bagi saya, bagi Anda, "Selamat tahun baru 2008! Jalanilah tahun ini dengan apa yang menurut Anda lebih baik."