Selasa, April 06, 2010

Sadar Sendiri Lah...

Simpel tapi mencengangkan. (bagi saya setidaknya karena ini terjadi di kawasan berpendidikan dengan fasilitas bagus yang sudah seharusnya orang-orang yang berada di dalamnya setidaknya mengerti dan menerapkan sedikit moral dan etika!)

Kantin SBM ramai sampai2 antrean ke kasir sangat panjang.
Sudah mengantre agak lama, saya bosan, lalu menengok ke belakang sedikit.
Ada gerakan mencurigakan dari seorang anak laki-laki yang saya sadari adalah anak angkatan di bawah saya.
Saat yang lain mengantre dengan rapi, dia bergerak maju memanfaatkan celah-celah yang ada.
"Oh, mungkin dia mau makan dulu baru bayar belakangan," pikir saya.
Saya kembali menatap ke depan.
Akhirnya, tibalah saya persis di depan meja kasir.

Tiba-tiba...
ada sebuah tangan yang menjulurkan bon dan uang persis di sebelah saya sebelum saya sempat melakukan hal yang sama.
Sang kasir mengambilnya...

"Kok nyerobot sih?" tanya saya dengan ketus tentunya dengan wajah yang tidak kalah ketus seperti yang sudah saudara-saudara tahu.
Dia tidak bisa menjawab, hanya ah eh tidak jelas.
"Gimana sih, ngantri dong! Liat tuh antreannya panjang."
"Oh ya udah Bu (kasir maksudnya!), dia duluan aja." katanya.
Cih! aja? dia duluan AJA? Emang harusnya gw duluan lah! Gila otaknya ke mana banget tuh orang. (Komentar emosi sesaat)

Apa muka saya yang kelihatan seperti orang yang bakal pasrah diem aja kalo diserobot atau emang dia orang yang walaupun kuliah tapi pengetahuannya tentang etika ga ada?
Oh, atau emang hatinya udah korup banget kali ya.
Malu-maluin!

"Maaf ya, Kak (nah, ini baru saya)."
"Ya," kata saya dengan sangat pelan sekali.
Hmph, maaf ga penting.
Yang penting sadar deh perbuatan kaya gitu itu ga pantesnya luar biasa.
Apalagi buat seorang mahasiswa.
Pikir sendiri deh kenapa.
Tidak perlu saya jelaskan panjang lebar seperti aktivis-aktivis.

Simpel kok.
Tapi penting! (selain mencengangkan bagi saya)

Do You Know Where You're Going to?

This is like the most suitable song with my life.
Yes, how sad the answers to those questions can be.

(M. Masser/G. Goffin)

Do you know where you're going to?
Do you like the things that life is showing you
Where are you going to?
Do you know...?

Do you get
What you're hoping for
When you look behind you
There's no open doors
What are you hoping for?
Do you know...?

Once we were standing still in time
Chasing the fantasies
That filled our minds
You knew how I loved you
But my spirit was free
Laughin' at the questions
That you once asked of me

Do you know where you're going to?
Do you like the things that life is showing you
Where are you going to?
Do you know...?

Now looking back at all we've planned
We let so many dreams
Just slip through our hands
Why must we wait so long
Before we'll see
How sad the answers
To those questions can be

Do you know where you're going to?
Do you like the things that life is showing you
Where are you going to?
Will you know...?

Do you get
What you're hoping for
When you look behind you
There's no open doors
What are you hoping for?
Do you know...?

Sabtu, Desember 19, 2009

Your Feelings, Now Mine

I hope someday you'll understand
that children are what their parents are
No, don't get insulted
You just haven't realized yet
I can't blame you and I'm not supposed to
We're only human

Even my friend said,
"She's nice...,
but the way she talks to you is just 'simple'."
I don't say that there's no love between us
It's just that we're not used to the affection
We don't show it explicitly
Even sometimes we have a doubt in our hearts,
"Don't you love me?"
while we know deep within our hearts
our bond will not be torn

In times you're not calling me
for a month
I cried, asking why
but then I get used to it
and I think
maybe you trust me so much
that you don't worry about me

You keep asking why
they acted this way
Why don't they act like others who hug their brothers
The reality is
this is our family
this is how we act
this is how we feel
this is the culture you somehow created
Even your mother said so

Do you want it to change?
I can see the way you've changed a bit
but changing people is not an easy thing, isn't it?
Take time, deep breath, wise thought
maybe we don't need to change anyway.

Selasa, April 07, 2009

Lunch Conversation Web

I'm surprised to know that four heads could create a complex, long, medium-serious conversation.
I'm even more surprised when I know how the things we discussed relate to each other.
Yes, I mapped it (when I'm supposed to finish the SAS presentation due tomorrow. whatever).
Read it, it's interesting and quite a topic (okay, maybe "topics" is more suitable).

Start from...
PEMILU Legislatif 2009
to...
Political Parties (which one will you choose on this Thursday?)
to...
Political Parties Campaign : Advertisements
to...
Megawati's contradiction in her "non-BLT" speech in a direct campaign with PDIP TVC "support BLT". WHATSOEVER...
to...
GERINDRA TVC with Obama in it. (So proud, huh? Who is he anyway?)
to...
Obama = Jewish = support ISRAEL
to...
USA Parliaments (fulfilled with Israelis)
to...
Types of government system : republic, parliamentary, monarchy (whaat?? was it a "Kewarganegaraan" lecture or something? Guest lecture: Karina Aldilla Soraya)
to...
Kings and Queen : UK, KSA (Kingdom of Saudi Arabia). (Their way of life...is a fantasy, people!)
to...
Saudi Arabians : Mita's friends, Rannia, Irsyad,... (you know anyone else?)
to...
Saudi Arabians culture (you know what?) "perjodohan". (whaaaat???)
to...
sorry..., that's all (fiuhh)

No, that's not all. (okay...)
Haha. There ARE lots of things I've missed but those are quite a picture of the hard core (yeah, hard).

Conclusion
There'll be too many things to talk about
especially when you miss the SHS lecture.

HAHAHA
Cheers!

Sabtu, Maret 21, 2009

Tebak, hari apa ini?

Semalaman begadang sampai jam 3.
Akhirnya tidak bisa(tidak mau lebih tepatnya) memenuhi niatan ikut belajar bersama+mengerjakan tugas storyboard buzcom.
Berkat teman2 kelompok yang baik hati (Fidiana & TiSur) tugas itu terselesaikan.
Bisa ditebak tentu tanpa campur tangan saya!
Huahahaa
Miris...miris sekali

MAAF KAWAN!+TERIMA KASIH SANGAT AMAT BANYAK!

Supaya ada sedikit(sekali) andil, saya ke kosan Tisur untuk melihat hasil kerja dua orang mulia yang telah saya sebutkan.
Tanpa komentar banyak, saya sepakat tugas itu sudah beres.
Enak kan?Tidak ada lagi yang perlu diubah.
Bukan apa2, memang sudah sesuai kok.

TAPI TAPI TAPI

saya ga langsung pulang dari kosannya si Tisur.
Kami malah ngobrol2 (yak, pasti juga sudah bisa ditebak) tentang ke-Korea-an
sambil Tisur bolak-balik ke kamar lain yang ada internetnya untuk mengirim tugas tersebut.

Tiba-tiba terdengar suara membuka pagar&pintu dari bawah.
"Yah, udah dateng",kata Tisur menyela pembicaraan seru kami.

Ya, dia memang sudah bilang temannya akan datang jam 2 sehingga dia harus berada di kosannya dan saya harus ke kosannya jika ingin menemuinya untuk mengecek tugas kelompok kami.(nah lho, terdapat berapa klausa pada kalimat di atas? kirim jawabannya ke 9817 untuk mendapatkan gaji 3 juta, 5 juta, atau 7 juta selama setahun penuh!)

Saya santai saja karena saya pikir paling2 hanya teman yang berkunjung biasa saja.
Wajah seorang wanita sebaya berkacamata menongol di pintu kamar Tisur.
Bukan cuma wajah! Apa yang dibawanya juga terlihat, sebuah kue brownies/bolu (maaf kurang jelas).
Bukan cuma itu! Dengan wajah tersenyum, tiba-tiba dia menyenandungkan,
"Selamaaat ulang tahuun~~..."

WHAT??!!!
Sontak (cieeh bahasa apa ini) saya kaget dan tidak bisa menjadi santai lagi.
Saya kikuk dan merasa tidak enak!
Sembari merasa demikian, saya membiarkan Tisur yang sumringah menyambut temannya tersebut yang ternyata tidak hanya sendiri tetapi juga bersama seorang ibu2 yang Tisur panggil Tante dan seorang lagi yang dia panggil Eyang.

WOWOWOWOWOWW
Padahal sebelumnya Tisur habis dari rumah Mita dan bertemu dengan kawan2 lainnya.
Ada yang tahu ga sih??
Apa cuma saya aja yang ga tahu??

Sebagai pembelaan diri, akhirnya saya hanya berkata,
"Lu ulang tahun?? Iiih gw ga tahu! Lu ga punya facebook sih!"

Nah lho. Facebook lah si kambing hitam nya.
HUAHAHAHAHA

Catatan :
Tentu setelah pembelaan diri itu saya langsung memberinya selamat
dan segera beranjak pergi, MASIH MERASA ADA SESUATU YANG SALAH.

SELESAI