Minggu, Januari 11, 2009

Visit Palembang 2009 part1





Bukan, saya sekeluarga bukan orang pemerintah yang ikut meramaikan program Visit Indonesia 2008 bla bla bla. Lagian program resminya harusnya udah rampung lha wong judulnya 2008. Buta. Saya buta akan wacana pariwisata di negeri sendiri, termasuk kota Palembang. Dengan lugu(bodoh)nya saya bertanya pada adik saya(yang suka sok pintar tp 'rada' lebih pintar dari saya), "Jal, Palembang tuh di mana sih?". Oke, sepertinya geografi saya yang jelek.


"Ke Palembang aja, mama mau beli pempek sekoper," usul(sekaligus keputusan) saat kami sekeluarga mendiskusikan liburan ini akan dipakai untuk apa.

Jujur, saya sama sekali tidak tertarik pada daya tarik kota Palembang yang memang tidak saya ketahui. Tertarik atau tidak, inilah wisata keluarga saya tahun ini(akan adakah wisata lain lagi tahun ini?semoga).


Inilah kisah per-wisata-an kami.


8-10 Januari 2009

Palembang, Sumatera Selatan
Yah, lumayan kan pengetahuan saya(sedikit) bertambah. Setidaknya sekarang saya "ngeh" Palembang itu di Pulau Sumatera. Plizz...Semoga dapat menambah pengetahuan Anda supaya tidak jadi seperti saya kelak..hhaha



AWALAN


Pemberangkatan dari Soekarno-Hatta lebih cepat dari jadwal! Waah..Keajaiban..bukan?


Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II















Dari bandara, kami langsung menuju Horison Palembang yang untungnya menyediakan Free Airport Pick Up. Sayang, sang supir tidak terlalu ramah dan pendiam. Sebagai satu2nya orang yang menyambut kami yang asing ini, harusnya dia-lah yang memberi perkenalan terhadap kotanya ini. Ya sudaah..liat2 saja sendiri(dari jendela mobil), sepertinya itulah yang tersirat dari sikapnya.Ok.Thx.


Apa yang pertama dilakukan sekeluarga yang sama sekali buta arah tapi ingin menuju tempat makan khas Palembang? Bertanya kepada tukang becak. Ok, bertanya saja tidak apa2, tapi kalau sampai pergi ke tempat yang jauh dengan melewati jalan raya di mana tidak ada becak melintas karena logikanya pasti sangat berat(arti harfiah) bagi seorang tukang becak untuk menggoes di jalanan yang naik turun seperti gunung dan pada akhirnya harus membayar Rp50ribu untuk satu becak(kami menggunakan 3 becak, God..), ITU SANGAT TIDAK MASUK LOGIKA SAYA.


Awalnya, si mama asal saja menentukan RM Pindang Mranjat Ibu Ucha di Jln. Demang Lebar Daun yang tercantum pada peta wisata dan bertanya kepada tukang becak yang sepertinya salah mengerti(apa karena beda logat dan bahasa?). Kami malah diantarkan ke RM Pindang Musi Rawas yang memang tidak terlalu jauh dari hotel(dan juga tercantum di peta wisata, berarti cukup terkenal juga, kan?). Si Mama ngotot ingin ke tujuan awal YANG TERNYATA SI TUKANG2 BECAK juga pada ga tahu di mana. Susur...susur saja terus jalanan yang sudah saya deskripsikan sebelumnya. Ditemani dumelan saya sepanjang jalan.


WISATA KULINER

Itulah sebagian besar yang saya sekeluarga(yang isinya para pemakan rakus kecuali mama) lakukan di Palembang. Rangkumannya:


- Pindang: Patin, Tulang, Udang. Tulang? Ternyata adalah semacam iga/buntut sapi. Pindang yang saya rasakan di Ibu Ucha rasanya seperti TomYam dan berkuah merah, sedangkan di Mahkota Indah(katanya RM khas Palembang pertama) agak lebih hambar dan berkuah kuning. Udang2 yang disajikan di Palembang juga kelas kakap semua alias besaaar.


- Tempoyak: seperti pepes ikan dengan bumbu durian. Ok karena saya tidak suka buah termasuk durian yang "khas", saya tidak mencoba.


- Ikan Malas/Betutu: Ini sih beli di restoran hotel.Tekstur dan rasanya seperti daging kepiting. Tapi ikan.


- Pempek: EK Dempo dan Nony.







Kalau ingin mencoba pempek asli dari ikan belida tanpa campuran(ikan lain)sehingga tidak terlalu amis, dan pempek isi telur bebek, belilah di EK Dempo meskipun tentu lebih mahal. Pempek buatan Nony lebih murah namun lebih amis. Tergantung selera sih. Enaak(sampai sekarang masih ketagihan).

- Mie Celor: Di Mie Celor 26. Unik, seperti spagheti dengan kuah kental yang agak manis dan potongan telur. Mungkin ada campuran susu? Ada juga serpihan2 daging udang dan sayur-sayuran. Ya, serpihan alias kecil2 sekali. Itu juga kalau ga salah lihat.


- Martabak HAR: Saya membelinya sama si mama di Toko Kopi HAR Jln Jend. Sudirman dekat Masjid Agung. Martabak telur. Benar2 terdiri dari 2 lapisan: atasnya lapisan telur yang tebal, bawah lapisan tepung. Disirami kuah kari yang rasanya seperti kuah sate padang dengan hancuran kentang. Nikmat, walaupun saya tidak lapar, saya sanggup menghabiskannya.


- Lempok Durian: Semacam dodol durian lah, manis, kenyal, coklat(warnanya).
- Es kacang merah: Favorit saya! Seperti es campur, tentu rasanya manis dengan campuran susu. Isinya cendol, tape, cincau, dll layaknya es campur, tapii tapi tapi ya jelas ada KACANG MERAH nya yang surprisingly melengkapi rasa dengan kegurihannya. Wuiih. Cuma, kami minta diantarkan ke ES MAMAT eh malah sampainya di ES MEMET. Ini apa peta wisatanya yang salah cetak apa gimana. Ya sudah, enak kok.
- Apa lagi ya: Jelas ga ada makanan yang namanya apa lagi. Apa lagi pakai "ya".

2009

Saya lupa ada blog ini.
Pake lagi ahh...

Awal bikin ini pas liburan.
Lanjutin lagi pas liburan juga.
Eits, tapi kali ini liburan kuliahan, bukan sma-an lagi.
Ada perubahan?
Let's see..

Sabtu, Januari 12, 2008

The End

Yaiks.

I hate this part.

Ada permulaan pasti ada akhir. Selalu saja liburan berlalu tanpa terasa. Tidak pernah saya puas dengan liburan. Yah, tapi kalau tidak ada hari sekolah tentu tidak ada hari liburan. Jadi minggu depan saya sudah harus menjalani kegiatan di sekolah lagi. Menyenangkan tidak ya? Kalau yang saya bayangkan sekarang sih membosankan dan memumetkan.

Setidaknya liburan kali ini ada beberapa hal yang telah saya lakukan :

1. membaca novel Harry Potter ke-7, Hahaha, sudah lama sekali saya anggurkan
2. membeli buku-buku baru
3. mengikuti les mengemudi, meskipun hasilnya bukan bisa mengemudi
4. ber-internet ria, pembalasan dendam, kalau di Bandung sih harus ke warnet
5. bertemu teman-teman SMP, huhuu, senang sekali
6. menonton TV, sekali lagi, di Bandung saya tidak menonton TV
7. makan enak dan tidak pernah merasa lapar, benar-benar selama di sini saya tidak pernah lapar
8. main PS2, walaupun tidak berlangsung lama, saya cepat bosan
9. membeli sandal baru, hahaha
10. bertemu lagi dengan keluarga besar dan berekreasi

Entah apa yang terlewat, tapi sepertinya tidak banyak.Mungkin banyak hal di atas yang tidak berarti. Namun, yang terpenting dari liburan ini adalah bisa menghabiskan waktu bersama keluarga (dan bermalas-malasan tentunya).

Jumat, Januari 11, 2008

OW YEAH Real Good Movies Coming...Soon?

"Fantasy is hot, and studios are backing up the truck. Even as New Line and Warner Bros. (which, like TIME, are owned by AOL Time Warner) churn out Potter and Rings sequels, New Line is already developing a follow-up franchise based on Philip Pullman's critically acclaimed fantasy trilogy His Dark Materials, about the journey of an adolescent girl and boy through alternative worlds inhabited by witches, angels and armored polar bears. Late next year the Sci-Fi Channel plans to air a lavish production of two of Ursula K. LeGuin's Earthsea novels, A Wizard of Earthsea and The Tombs of Atuan. The movie of C.S. Lewis' beloved Chronicles of Narnia is in development with Andrew Adamson, who co-directed the animated hit Shrek, a more comic medieval fantasy. Miramax will shortly begin work on a movie version of the best-selling Artemis Fowl books, a hot contender for the post­Harry Potter sweepstakes, and the company paid seven figures for book and film rights to the Bartimaeus trilogy, a series of novels about a jinni and a young magician by British writer Jonathan Stroud. Not to be outdone, Disney reportedly paid nearly $8 million for the film, theme-park and multimedia rights to Clive Barker's fantasy novel Abarat. "
OH MY GOD! Sebelumnya saya benar-benar bermimpi agar Bartimaeus Trilogy dan Abarat agar difilmkan.
YEEEY! Semoga saja mereka segera membuatnya sebelum saya sudah terlalu tua untuk menontonnya (meskipun saya tidak akan pernah merasa terlalu tua , yah , itu hanya akan menjadi anggapan orang saya rasa)

Sabtu, Januari 05, 2008

Reuni

Saya senang sekali. Kemarin baru saja saya bertemu lagi dengan teman-teman SMP saya tercinta. Meskipun saya kangen, namun entah mengapa saat berkumpul kembali rasanya bukan seperti bertemu dengan orang yang sudah lama tidak bertemu. Rasanya seperti bertemu dengan teman yang bersama setiap hari. Saya sama sekali tidak merasa mereka teman lama saya. Rasanya tetap seperti dulu. Meskipun saya merasa begitu,tidak ada yang bisa memastikan bahwa mereka juga begitu.

Seperti biasa, tempat pertemuan kami ya di Metropolitan Mal itu. Sebenarnya kami sudah bosan, tapi tempat yang mudah dicapai hanya di situ saja. Akhirnya saya, Destin, Sari, dan Fia muncul. Sayang Amel dan Anri tidak bisa ikut. Kami langsung menghabiskan waktu di Fun World. Main drum-druman, tembak-tembakan, sepeda-sepedaan, kuda-kudaan, mobil-mobilan, yah seperti yang orang lakukan kalau sedang berada di sana lah. Saya mencoba permainan supir bus. Wahahaha sulit sekali dan selalu nilainya minus walaupun entah kenapa karena permainan itu memakai bahasa Jepang.

Tidak terasa sudah pukul 11.30. Sebenarnya saya yang merasa cepat karena saya diburu waktu. Pukul 13.00 saya harus les mengemudi. Otomatis sebelum jam segitu saya sudah harus meninggalkan teman-teman saya. Cepat-cepat saja saya mengusulkan untuk makan siang di Ichiban Sushi. Barulah saat kami mau memesan, si Ica datang. Ternyata dia disuruh jaga rumah dulu.

Kami pun mengobrol (selain makan tentunya, dan sayangnya saya melewatkan beberapa obrolan karena harus ke toilet -mulas-). Sangat menyenangkan namun sangat singkat. Ya, saya pun pergi les. Kami berencana untuk bertemu lagi minggu depan (ini karena tidak ada satu orang pun di antara kami yang merasa puas). Sayang, Fia sudah harus kembali ke sekolahnya, Taruna Nusantara.

Sudah buru-buru juga tetap saja saya terlambat. Keadaan sudah berubah semenjak terakhir kali saya naik angkot dari sana. Saya menunggu angkot di tempat yang salah. Jelas saja tidak ada satu pun yang muncul. Setelah menunggu lama saya meng-sms Ica dan ternyata harusnya saya menyebrang dan naik angkot dari sana. Tidak yakin, say bertanya pada mbak penjaga kios pulsa. Ternyata benar akhirnya saya naik juga. Di angkot tambah lagi saya dimarahi Mama karena tidak bertanya tentang hal ini padanya (Mama menelepon saya karena dia ditelepon orang dari les mengemudi yang bilang kalau saya belum ada di sana). Padahal saya tidak punya pulsa!